WARTA 24 GORONTALO

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Tak Sampai 24 Jam, Paguat-Mananggu Terendam

Posted by On Maret 02, 2018

Tak Sampai 24 Jam, Paguat-Mananggu Terendam

GORONTALO, Hargo.co.id â€" Curah hujan yang tinggi kembali berbuah bencana di wilayah perbatasan Mananggu-Paguat, kemarin, Kamis (1/3) sekitar pukul 15.30 Wita. Sejumlah rumah warga pun terendam air bah nyaris setinggi pinggang orang dewasa. Ada puluhan rumah, sekolah hingga lahan pertanian warga pun tak luput dari air bah.

Pantauan Gorontalo Post, ketinggian air di wilayah Kecamatan Mananggu hingga Kecamatan Paguat ini beragam. Ketinggian air sekitar satu meter atau setinggi pinggang orang desa. Mereka terutama rumahnya yang berada di dekat anak sungai. Sejatinya kedua wilayah yang berbatasan ini memang menjadi langganan air bah ketika hujan deras turun.

Luapan banjir terjadi menjelang sore hari itu diakibatkan penyempitan aliran sungai dan pendangkalan. Sementara fasilitas jembatan menghubungkan ruas jalan trans Sulawesi terbilang sangat kecil dan tidak mampu menampung luapan sun gai.

Begitu pula sarana drainase sebagian besar sudah tertimbun lumpur. Tak heran setiap curah hujan, terutama wilayah Dusun Latula Desa Mananggu sering jadi langganan banjir.

Tak sedikit masyarakat dirugikan atas bencana ini. Terlebih lagi dampaknya bagi pelajar di SDN 09 Mananggu.

Pasalnya, setiap terjadi banjir sudah pasti meninggalkan sisa lumpur di bagian lantai dan dinding ruang kelas. Terpaksa aktivitas belajar kadang dipindahkan ke ruang guru dan pemukiman penduduk sampai berhari-hari.

“Pernah di tahun 2017 lalu, lumpur melewati setinggi tumit kaki orang dewasa. Terpaksa hampir satu bulan lamanya ruang kelas belajar siswa tidak bisa digunakan pihak sekolah,” terang Hasna warga setempat.

Dalam menangani banjir tersebut, Bupati Boalemo Darwis Moridu mengharapkan agar SKPD terkait dapat mencari solusi terkait wilayah langganan air bah tersebut agar dampaknya tidak lebih serius lagi.

“Paling tidak lewat sinergitas sejumlah OP D terkait. Carikan solusi dan penanganan serius dampak banjir misalnya memperlebar dan menggerus muara sungai hingga membangun drainase yang layak,” kata Darwis.(nrt/hg)

Sumber: Google News | Warta 24 Boalemo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »