WARTA 24 GORONTALO

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Soal Pelarangan Perayaan Tahun Baru untuk PNS, Ini Penjelasan ...

Posted by On Januari 02, 2018

Soal Pelarangan Perayaan Tahun Baru untuk PNS, Ini Penjelasan ...

Sekda Pemkab Bone Bolango, Gorontalo, Ishak Ntoma. | Foto: istimewa

GORONTALO â€" Pemerintah kabupaten Bone Bolango, provinsi Gorontalo resmi mengeluarkan larangan perayaan tahun baru 2018 bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawan Negeri Sipil (PNS) di wilayahnya.

Larangan itu resmi diberlakukan seiring keluarnya surat edaran Nomor 800/BKPPD/619/XII/2017 tertanggal 27 Desember 2017 yang ditandatangani oleh Sekda Bone Bolango, Ishak Ntoma atas nama Bupati Bone Bolango.

Surat edaran Nomor 800/BKPPD/619/XII/2017 tertanggal 27 Desember 2017 tentang larangan perayaan tahun baru 2018 bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawan Negeri Sipil (PNS) di wilayahnya, yang ditandatangani oleh Sekda Bone Bolango, Ishak Ntoma atas nama Bupati Bone Bolango. | Foto: istimewa

Larangan perayaan tahun baru 2018 itu ditujukan kepada seluruh kanwil kementerian/non kementerian, kepala OPD, pimpinan perguruan tinggi negeri/swasta, serta pimpinan BUMN/BUMD.

Ishak Ntoma menjelaskan, larangan tersebut dikeluarkan lantaran tak jarang perayaan pergantian tahun baru bertentangan dengan syariat Islam ataupun kegiatan yang kurang bermanfaat. Selain itu, larangan perayaan tahun baru dikeluarkan untuk meminimalkan angka kriminalitas.

“Sebab, di setiap penyelenggaraan pesta tahun baru, wilayah Bone Bolango selalu rawan kejadian-kejadian kriminal,” kata Ishak.

Ishak mengatakan adanya larangan itu bukan berarti Pemkab Bone Bolango tidak menyukai perayaan tahun baru di daerahnya. Sebaliknya, pihaknya senang dengan tahun baru dan mempersilahkan siapa pun yang hendak merayakannya.

Hanya saja, setiap perayaannya tentu harus dilakukan sesuai dengan koridor yang dianjurkan oleh pemerintah dan tidak menganggu keamanan serta ketertiban umum.

“Silahkan rayakan tahun baru dengan cara apa pun,dengan keluarga atau dengan teman. Apakah itu nonton bersama atau makan bersama, silahkan. Tetapi kalau dengan cara-cara misalnya mabuk-mabukan, bakar petasan kemudian menganggu tetangga, ini kan tak sesuai ajaran Islam, sangat tidak Islami,” tegas Ishak.

Ia pun berpendapat sebaiknya kegiatan hura-hura seperti membakar kembang api dan membunyikan petasan pada malam tahun baru diganti dengan kegiatan bermanfaat seperti zikir dan doa bersama.

“Larangan ini baru pertama kali kami berlakukan,” pungkasnya. (TK)

Sumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Gorontalo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »