Bocah yang Tenggelam di Sungai Mayong Jepara Ditemukan Tewas - Warta 24 Gorontalo
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Bocah yang Tenggelam di Sungai Mayong Jepara Ditemukan Tewas

Bocah yang Tenggelam di Sungai Mayong Jepara Ditemukan Tewas

Kamis 04 Januari 2018, 11:01 WIB Bocah yang Tenggelam di Sungai Mayong Jepara Ditemukan Tewas Wikha Setiawan - detikNews������������������������������������������…

Bocah yang Tenggelam di Sungai Mayong Jepara Ditemukan Tewas

Kamis 04 Januari 2018, 11:01 WIB Bocah yang Tenggelam di Sungai Mayong Jepara Ditemukan Tewas Wikha Setiawan - detikNews Bocah yang Tenggelam di Sungai Mayong Jepara Ditemukan TewasJenazah bocah tenggelam di Sungai Mayong. (Foto: Dok. BPBD Jepara) Jepara - Noor Afidin (8 tahun) yang tenggelam di Sungai Mayong Jepara, ditemukan tewas. Jenazahnya diketemukan di kedalaman 3 meter yang hanya sekitar belasan meter dari lokasi dia menyeburkan diri hendak mandi di sungai.
Noor adalah warga Desa Mayonglor, Kecamatan Mayong, Jepara. Dia tenggelam di sungai pada Rabu (3/1) kemarin pukul 14.30 WIB.
Warga dibantu Tim SAR, TNI dan Polri mencari keberadaan korban. Pencarian sempat dihentikan menjelang malam. Pagi ini, pencarian kembali dilakukan dan jenazah korban berhasil ditemukan dalam kondisi tewas.
Baca juga: Bocah 8 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Mayong di Jepara

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Lulus Suprayitno, mengatakan tubuh korban ditemukan sekitar 10 sampai dengan 15 meter dari titik tenggelamnya korban pada kedalaman air sekitar 3 meter.
"Alhamdulilah, setelah dilakukan pencarian oleh para relawan jasad korban berhasil ditemukan" kata Lulus, Kamis (4/1/2018).
Jenazah korban terjebak dalam palung sedalam 3 meter saat mandi di sungai. Dari hasil visum luar oleh petugas kesehatan, terdapat darah di bagian muka dan diduga kepala korban terbentur batu saat terseret arus.
"Murni kecelakaan, saat ini sudah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan," paparnya.
Kepala Desa Mayonglor, Budi Agus Trianto, menuturkan bahwa lokasi tersebut memang sering dijadikan bermain anak-anak desa setempat.
"Memang sering ada anak mandi di situ. Setelah peristiwa ini kami akan lebih menekankan supaya tidak ada yang mandi dan bermain di sungai," tandasnya.
(mbr/mbr)Sumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Gorontalo

Tidak ada komentar