WARTA 24 GORONTALO

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Sultan HB X Bacakan Puisi Kahlil Gibran di Pernikahan Putri ...

Posted by On Desember 30, 2017

Sultan HB X Bacakan Puisi Kahlil Gibran di Pernikahan Putri ...

Jumat 29 Desember 2017, 10:19 WIB Sultan HB X Bacakan Puisi Kahlil Gibran di Pernikahan Putri Mensesneg Ristu Hanafi - detikNews Sultan HB X Bacakan Puisi Kahlil Gibran di Pernikahan Putri MensesnegPernikahan putri Mensesneg Pratikno, Anisa Firdia Hanum. Foto: Usman Hadi/detikcom Yogyakarta - Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri pernikahan putri Mensesneg Pratikno, Anisa Firdia Hanum. Sultan sempat membacakan sebuah puisi di acara ini.
Didaulat mewakili keluarga mempelai, sebelumnya Sultan memberikan sambutan kepada para tamu undangan sekaligus pesan pribadi kepada kedua mempelai, Anisa dan Rino Febrian.
"Mewakili keluarga mempelai, berterima kasih kepada para tamu undangan yang berkenan hadir memberikan doa syukur dan ungkapan kebahagiaan kepada mempelai dan keluarga," kata Sultan, di gedung Jogja Expo Center (JEC), Jumat (29/12/2017).

[Gambas:Video 20detik]


Setelah memberi sambutan hampir 10 menit, Sultan lantas memberi pesan khusus kepada mempelai. Pesan Sultan mengutip puisi Kahlil Gibran.
"Saya mohon kesaksian bapak ibu para tamu undangan atas pesan saya kepada mempelai berdua, berupa cuplikan puisi Kahlil Gibran tentang pernikahan," ujar Sultan.
Berikut puisi yang dibacakan oleh Sultan :
"Berpasangan engkau telah diciptakan, dan selamanya engkau akan berpasangan, bersamalah engkau tatkala sang maut merenggut umurmu, bahkan bersama pula kalian dalam ingatan sunyi Tuhan. Namun biarkan ada ruang antara kebersamaan itu, tempat angin surga menari-nari di antaramu,&q uot; ucap Sultan membacakan puisi.
Selain baca puisi, Sultan juga berpesan sejatinya pernikahan merupakan siklus kehidupan manusia yang sakral. Dalam budaya Jawa, pernikahan adalah wujud dari dorongan manusia dengan tujuan untuk mendapatkan keturunan yang baik, soleh, berbudi luhur, sehat.
"Untuk membangun keluarga sesuai hakikat Islam, dan sebagai ladang ibadah, dan pengabdian pada nusa bangsa, napak laku kedua orang tuanya," imbuh Sultan.
(sip/sip)Sumber: Google News | Warta 24 Bone Bolango

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »