Sudah Tujuh Tanggul Sungai di Jateng Jebol pada Awal Musim ... - Warta 24 Gorontalo
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Sudah Tujuh Tanggul Sungai di Jateng Jebol pada Awal Musim ...

Sudah Tujuh Tanggul Sungai di Jateng Jebol pada Awal Musim ...

Sudah Tujuh Tanggul Sungai di Jateng Jebol pada Awal Musim Penghujan "Penanganan darurat sudah dan sedang kami lakukan untuk tanggul-tanggul yang jebol itu,&quo…

Sudah Tujuh Tanggul Sungai di Jateng Jebol pada Awal Musim ...

Sudah Tujuh Tanggul Sungai di Jateng Jebol pada Awal Musim Penghujan

"Penanganan darurat sudah dan sedang kami lakukan untuk tanggul-tanggul yang jebol itu," paparnya, Jumat (12/1)

Sudah Tujuh Tanggul Sungai di Jateng Jebol pada Awal Musim PenghujanTribun Jateng/Khoirul MuzakiWarga dusun Margasari desa Madura Wanareja Cilacap terpaksa mendirikan tenda di atas tanggul untuk me gungsi karena rumah terendam banjir. Kondisinya memprihatinkan

TRIBUNJATENG.COM - Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air, dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat, sepanjang November 2017 atau sejak memasuki musim penghujan, ada tujuh tanggul jebol di sejumlah sungai. Semuanya disebabkan oleh intensitas hujan yang cukup tinggi.

Kepala Dinas Pusdataru Provinsi Jateng, Prasetyo Budhie Yuwono, mengatakan, sejumlah tanggul sungai tersebut jebol karena debit air meningkat. Air sungai lantas membanjiri permukiman dan lahan pertanian.

"Penanganan darurat sudah dan sedang kami lakukan untuk tanggul-tanggul yang jebol itu," paparnya, Jumat (12/1).

Ia menyebut, tanggul-tanggul sungai di Jateng yang jebol tersebar di lima kabupaten/kota, yakni Kota Semarang, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Klaten, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Wonogiri. Di Kabupaten Grobogan, tanggul sungai jebol berada di Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, 17 November 2017 lalu.

Pada 22 November 2017, di Kemloko, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, hujan berintensitas tinggi mengakibatkan tanggul jebol di Sungai Jajar Baru sepanjang tujuh meter dengan lebar lima meter dan tinggi lima meter. Dampaknya, air menggenangi 25 hektare sawah yang ditanami padi berumur 20 hari.

Di Kabupaten Klaten, pada 14 November 2017, terjadi hujan berintensitas tinggi mengakibatkan tanggul Sungai Cino di Pogung, Kecamatan Cawas, jebol.

Panjangnya lima meter, lebar empat meter. Air pun menggenangi areal pertanian seluas tujuh hektare. Pada 28 November 2017, tanggul Sungai Dengkeng sepanjang 50 meter jebol dan berdampak ke Desa Talang Bayat dan Desa Bawak.

Di Kabupaten Cilacap, tanggul jebol terjadi di Sungai Cibaganjing di Desa Madura, Kecamatan Wanareja, pada 15 November 2017. Kemudian di Kabupaten Wonogiri, jalan penghubung antardesa terputus karena jembatan Sungai Sambilengek terseret arus di Bakalan, Tukulrejo, Kecamatan Giriwoyo, pada 28 November 2017.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Ngainirrichardl mengatakan, perlu ada pendataan tanggul-tanggul yang sudah lama terbangun untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tak lagi terulang. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Sarwa Pramana, menimpali, banjir dan longsor pada awal musim p enghujan sudah menimbulkan korban jiwa.

"Sudah ada tiga kabupaten yang menetapkan status darurat bencana, yakni Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Wonosobo. Kerugian materi masih dihitung. Kami sedang fokus mengevakuasi warga," tukasnya. (*)

Penulis: m nur huda Editor: muslimah Sumber: Tribun Jateng Ikuti kami di Dua Remaja Putri Diduga akan Bunuh Diri Terjun dari Jembatan, Meronta-ronta saat Diselamatkan Warga Sumber: Google News | Warta 24 Wonosobo

Tidak ada komentar