WARTA 24 GORONTALO

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Heboh, Foto Siswi Berjilbab di Gereja Persiapkan Natal

Posted by On Desember 23, 2017

Heboh, Foto Siswi Berjilbab di Gereja Persiapkan Natal

POJOKSATU.id, GORONTALO â€" Warga Gorontalo dihebohkan dengan sebuah foto yang beredar di media sosial dimana sejumlah siswi berjilbab tengah berada di dalam sebuah gereja.

Tersiar kabar, itu adalah salah satu foto dari persiapan ibadah pra natal di Gereja Protestan Indonesia di Gorontalo (GIPG) Gorontalo.

Kegiatan itu sendiri disebut-sebut berlangsung pada 7 Desember 2017 lalu.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post (grup pojoksatu.id), siswi berjilbab tersebut berasal dari SMP Negeri 1 Tibawa, Gorontalo.

Ada tujuh orang siswa yang ikut ambil bagian dalam kegiatan pra natal yang berlangsung di GPIG Nazaret Isimu itu.

Para siswa tersebut tampil dengan membawakan lagu khas Gorontalo.

Dikonfirmasi, Panitia Pelaksana Tony Tenggor membenarkan foto tersebut.

“Kebetulan mereka sering ikut lomba. Maka dari panitia meminta kesediaan anak-an ak untuk mengisi acara perayaan Pra Natal,” kata Tony.

Menurut Tony, pihaknya sengaja menampilkan kesenian khas Gorontalo.

Tujuannya, agar kesenian, khususnya musik asli Gorontalo, bisa diketahui luas oleh masyarakat, termasuk umat kristiani.

“Untuk identitas mereka menggunakan jilbab itu tujuannya untuk menunjukkan keberagamaan,” jelas Tony.

Pria yang juga kepala sekolah di Tibawa itu menyatakan, pelaksanaan pra Natal yang mengikutsertakan siswa muslim itu bukan kali pertama dilaksanakan.

Tahun-tahun sebelumnya, hal yang sama juga sudah pernah dilakukan.

“Tahun kemarin kita hadirkan tarian anak-anak SD yang semuanya menggunakan jilbab,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo, Abdurrahman Abubakar Bahmid mengaku terkejut sekaligus menyayangkan kejadian tersebut.

“Ini hal yang melanggar syariat dan falsafah di Gorontalo,” tegas Bahmid.

Bahmid berpegang pada fatwa yang dikel uarkan MUI pada 7 Maret 1981.

Disebutkan, umat Islam haram mengikuti upaca Natal bersama dan dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal.

Meski demikian, Bahmid meminta agar ditelusuri terlebih dahulu apakah ada unsur pemaksaan didalamnya.

“Kalau ada unsur pemaksaan, bisa dilaporkan kepada pihak yang berwajib,” sambungnya.

Akan tetapi, jika ditemukan unsur paksaan, pihaknya tidak akan mentolelir.

Dirinya juga akan kepada kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo memberikan sanksi kepada kepala sekolah tersebut.

Menurutnya, toleransi dalam akidah dan ibadah itu bukan terlibat dalam perayaan ibadah agama lain.

“Tapi dengan memberikan kesempatan dengan damai pelaksaan ibadah mereka. Kita tidak boleh menghalangi atau mengganggu,” pungkasnya.

(sad/JPC/pojoksatu)


Sumber: Goo gle News | Warta 24 Kabupaten Gorontalo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »