Pejabat di Jambi Nekat Lakukan Suap meski Sering Didatangi KPK - Warta 24 Gorontalo
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pejabat di Jambi Nekat Lakukan Suap meski Sering Didatangi KPK

Pejabat di Jambi Nekat Lakukan Suap meski Sering Didatangi KPK

KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Juru Bicara KPK Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu (29/11/2017).��������������…

Pejabat di Jambi Nekat Lakukan Suap meski Sering Didatangi KPK

Juru Bicara KPK Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu (29/11/2017).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Juru Bicara KPK Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu (29/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelengara negara di Provinsi Jambi dinilai tidak serius menerima pendampingan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dalam bidang pencegahan korupsi.

Meski sering didatangi KPK, pejabat di Jambi tetap menjalankan praktik suap.

"Kami sangat menyesalkan kasus ini terjadi, karena Provinsi Jambi adalah dae rah yang telah ditangani dan didatangi KPK, dan menjadi daerah koordinasi supervisi dalam bidang pencegahan," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Baca: Suap Pejabat Pemprov dan Anggota DPRD Jambi Gunakan Kode Undangan

Jambi merupakan salah satu dari beberapa daerah rawan korupsi yang menjadi fokus KPK dalam melakukan koordinasi supervisi di bidang pencegahan.

Empat pejabat yang merupakan anggota DPRD dan pejabat Pemerintah Provinsi Jambi tiba di Gedung KPK Jakarta, Rabu (29/11/2017).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Empat pejabat yang merupakan anggota DPRD dan pejabat Pemerintah Provinsi Jambi tiba di Gedung KPK Jakarta, Rabu (29/11/2017).Beberapa daerah lainnya adalah Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Banten, dan Papua.

Bahkan, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, tim pencegahan KPK baru saja k embali dari Jambi untuk memberikan pendampingan kepada para penyelenggara negara di daerah tersebut.

Pada Selasa (28/11/2017), KPK melakukan operasi tangkap tangan dan menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah pelaksana tugas Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Erwan Malik; Asisten Daerah III Provinsi Jambi, Saipudin; pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi, Arfan, dan satu tersangka penerima suap yakni Supriono selaku anggota DPRD Jambi.

Uang sebesar Rp 4,7 miliar yang ditemukan KPK dalam operasi tangkap tangan diduga terkait pembahasan R-APBD Provinsi Jambi tahun 2018.

Baca juga: KPK Menduga Suap untuk Anggota DPRD Jambi Sebesar Rp 6 Miliar

Menurut Basaria, uang diberikan agar anggota DPRD bersedia menghadiri rapat pembahasan R-APBD.

Basaria mengingatkan, agar pejabat negara di daerah lain tidak menganggap bantuan KPK dalam bidang pencegahan hanya sekadar seremonial.

Basaria m eminta pendampingan KPK benar-benar ditindaklanjuti dengan baik.

"Pendampingan KPK jangan dianggap sudah selesai saat KPK datang saja. Kami berharap benar-benar untuk mengkoordinasikan agar pekerjaan di daerah bersih dan transparan," kata Basaria.

Kompas TV Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan operasi tangkap tangan di Jambi dan Jakarta.


Berita Terkait

KPK Telusuri Keterlibatan Gubernur Zumi Zola dalam Suap APBD Jambi

Dari Kasus Jambi, KPK Ingatkan Daerah Lain Tak Gunakan Modus "Uang Pelicin" APBD

Suap Pejabat Pemprov dan Anggota DPRD Jambi Gunakan Kode Undangan< /h4>

Malam Ini, Lima Saksi yang Ditangkap di Jambi Dibawa ke Gedung KPK

Staf Dinas PU Jambi Ketahuan Saat Mencoba Musnahkan Bukti Transfer

Terkini Lainnya

Kamis Siang, Asma Dewi Hadapi Dakwaan Jaksa Terkait Ujaran Kebencian

Kamis Siang, Asma Dewi Hadapi Dakwaan Jaksa Terkait Ujaran Kebencian

Nasional 30/11/2017, 09:13 WIB Di Polewali Mandar, Pernikahan di Bawah Umur Heboh di Medsos

Di Polewali Mandar, Pernikahan di Bawah Umur Heboh di Medsos

Regional 30/11/2017, 09:08 WIB Trump Sebut Kim Jon Un Sebagai Anak Anjing Sakit

Trump Sebut Kim Jon Un Sebagai Anak Anjing Sakit

Internasional 30/11/2017, 09:08 WIB Pejabat di Jambi Nekat Lakukan Suap meski Sering Didatangi KPK

Pejabat di Jambi Nekat Lakukan Suap meski Sering Didatangi KPK

Nasional 30/11/2017, 09:07 WIB Menanti 73 Nama Tim Percepatan Pembangun   an Gubernur Anies...

Menanti 73 Nama Tim Percepatan Pembangunan Gubernur Anies...

Megapolitan 30/11/2017, 09:07 WIB Ketika Kehadiran Para Wakil Rakyat 'Dihargai' Miliaran Rupiah...

Ketika Kehadiran Para Wakil Rakyat "Dihargai" Miliaran Rupiah...

Nasional 30/11/2017, 08:49 WIB Tantangan Menteri Susi untuk Anies-Sandi Percantik Danau Sunter seperti di Geneva

Tantangan Menteri Susi untuk Anies-Sandi Percantik Danau Sunter seperti di Geneva

Megapolitan 30/11/2017, 08:42 WIB Bertemu Raja Salman, PM Inggr   is Ungkap Keprihatinan Konflik Yaman

Bertemu Raja Salman, PM Inggris Ungkap Keprihatinan Konflik Yaman

Internasional 30/11/2017, 08:35 WIB Apresiasi Buat Kerja Polda Sumut

Apresiasi Buat Kerja Polda Sumut

Regional 30/11/2017, 08:34 WIB KPK Telusuri Keterlibatan Gubernur Zumi Zola dalam Suap APBD Jambi

KPK Telusuri Keterlibatan Gubernur Zumi Zola dalam Suap APBD Jambi

Nasional 30/11/2017, 08:18 WIB Dari Kasus Jambi, KPK Ingatkan Daerah Lain Tak Gunakan Modus 'Uang Pelicin' APBD

Dari Kasus Jam bi, KPK Ingatkan Daerah Lain Tak Gunakan Modus "Uang Pelicin" APBD

Nasional 30/11/2017, 08:10 WIB Wali Kota Makassar Merasa Dicekal pada Pilkada 2018

Wali Kota Makassar Merasa Dicekal pada Pilkada 2018

Regional 30/11/2017, 08:05 WIB American Airlines Tak Sengaja Liburkan Ratusan Pilotnya di Masa Natal

American Airlines Tak Sengaja Liburkan Ratusan Pilotnya di Masa Natal

Internasional 30/11/2017, 08:03 WIB Menjaga Marwah Transparansi KPU

Menjaga Marwah Transparansi KPU

Nasional 30/11/2017, 07:58 WIB Berita Terpopuler: Bebas Setelah Diculik 10 Tahun, hingga Durian Buah Idaman di China

Berita Terpopuler: Bebas Setelah Diculik 10 Tahun, hingga Durian Buah Idaman di China

Internasional 30/11/2017, 07:35 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Bengkulu Utara

Tidak ada komentar