www.AlvinAdam.com

WARTA 24 GORONTALO

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Ada yang Baru di Bone Bolango, Lautan Marigold

Posted by On Maret 02, 2018

Ada yang Baru di Bone Bolango, Lautan Marigold

GORONTALO, Hargo.co.id â€" Satu lagi spot selfie baru di wilayah Bone Bolango (Bonebol) yang belakangan menjadi viral. Kali ini taman demplot di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Bulango Timur. Ya, bunga jenis Marigold mekar yang memenuhi hamparan lahan sekitar 35 meter persegi itu bisa membuat mata takjub.

Dari pantauan Gorontalo Post pula, tidak sedikit warga yang datang untuk melihat hamparan bunga kuning merona nan lebat di lahan demplot BPP Bulango Timur ini. Dan saat berada diantara taman bunga ini, warga seakan diajak merasakan sensasinya di tengah sebuah lautan bunga dan bergegas mengabadikan diri lewat foto selfie berlatar bunga kuning merona ini.

Kepala BPP Bulango Timur, Suwandi Said, mengatakan, sekilas banyak orang yang cenderung menamai tanaman bunga ini adalah bunga Tai Ayam. Meski tak dipungkiri bentuknya nyaris sama, namun tanaman bunga ini merupakan tanaman bunga Marigold. Sejak Desember 2017, kata Suwandi, pihaknya sengaja membudidayakan hampir 200 tanaman bunga Marigold.

Hal ini dimaksudkan sebagai salah satu uji coba pengembangan bunga Marigold di Gorontalo. “Ada teman saya yang ingin berniat mengembangkan bunga ini karena banyak keguanaannya selain berfungsi sebagai tanaman hias juga memiliki khasiat tanaman obat. Makanya saya meresponnya untuk mencoba dibudidayakan, ” ujar Suwandi.

Selama hampir 60 hari, pihaknya terus lakukan perlakuan khusus terhadap tanaman bunga Marigold. Bahkan saking khususnya, bunga Marigold ditanam dengan model bedengan miring berteras sehingga jika dilihat bentuk bedengan menyerupai simbol sinyal wifi.

“Ini salah satu upaya konservasi juga karena ditanam di lahan miring sehingga tujuannya ini hanya lebih pada fokus bagaimana mengedukasi teknologi penanaman tanaman bunga ini kepada masyarakat, apalagi sifatnya sebagai Mikro Habitat dan jika diterapkan dalam pertanian sebagai peng endali alami,” jelasnya.

Kini tanaman bunga hias itu tumbuh lebat dan mekar dengan subur sehingga mengundang daya tarik masyarakat yang banyak berswafoto di lokasi. Suwandi membuka lokasi tanaman bunga secara umum tanpa mematok harga sepeser pun dan hanya memberikan seiklasnya saja.

“Ini kalau di India sangat laris karena mereka biasa gunakan buat kalung persembahan, bahkan juga kelopak bunganya yang diambil tidak mudah layu sampai 10 hari diatas meja. Makanya cocok sekali dibudidayakan.

Karena tanaman hibrida maka tidak bisa dikembangkan lanjutan harus beli baru bibit bijinya, itu pun kendalanya karena saking lebatnya kalau hujan kelopak bunganya menyerap air sehingga terkadang buat tangkai miring,” ujarnya.(csr)

Sumber: Google News | Warta 24 Bone Bola ngo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »