www.AlvinAdam.com

WARTA 24 GORONTALO

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kaidipang, Kerajaan Kaya yang Disegani VOC

Posted by On Desember 06, 2017

Kaidipang, Kerajaan Kaya yang Disegani VOC

Kaidipang, Kerajaan Kaya yang Disegani VOC By: Redaksi ManadopediaOn: Kaidipang, Kerajaan Kaya yang Disegani VOCReviewed by Redaksi Manadopediaon.This Is Article AboutKaidipang, Kerajaan Kaya yang Disegani VOCKecamatan Kaidipang yang berada di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara ternyata memiliki nilai sejarah di masa lampau. Daerah ini merupakan tempat bermukimnya sebuah kerajaan besar pada abad 17, yakni Kerajaan Kaidipang. Kerajaan Kaidipang terbentuk pada tahun 1630 dengan Raja Maoeritz Datoe Binangkal Korompot (1630-1679) sebagai raja pertama. Dr. Demicher dalam bukunya Bolaang Mongondow Dosch Nederlandse, menyebutkan […] Kaidipang, Kerajaan Kaya yang Disegani V   OCWilayah Kerajaan Kaidipang. (foto: ist).

Kecamatan Kaidipang yang berada di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara ternyata memiliki nilai sejarah di masa lampau.

Daerah ini merupakan tempat bermukimnya sebuah kerajaan besar pada abad 17, yakni Kerajaan Kaidipang.

Kerajaan Kaidipang terbentuk pada tahun 1630 dengan Raja Maoeritz Datoe Binangkal Korompot (1630-1679) sebagai raja pertama.

Dr. Demicher dalam bukunya Bolaang Mongondow Dosch Nederlandse, menyebutkan nama Kaidipang berasal dari nama kayu yang banyak ditemukan di daerah tersebut yaitu Caidipang Kayoe Doepa.

Sebelum berdirinya Kerajaan Kaidipang, daerah ini dikenal dengan nama Negeri Keidupa.

Negeri ini dipimpin seorang kepala suku bernama Pugu-pugu bergelar Datoe Binangkal.

Tak diketahui pasti, kaitan dan perbedaan penyebutan gelar Datoe Binangkal dengan gelar Datoe Binangkang milik Loloda Mokoagow pada Ker ajaan Bolaang Mongondow.

Baca: Bogani, Tokoh Paripurna Pemimpin Rakyat

Negeri Keidupa dikenal sebagai wilayah yang kaya dengan hasil bumi dan hasil pertaniannya.

Negeri Keidupa sangat lekat dengan budaya Portugis yang dibawa pelaut dan pedagang saat itu.

Datoe Binangkal waktu itu beragama Katolik dan menambahkan nama Maoeritz di depan nama gelar yang disandangnya.

Ketika kongsi dagang dari Belanda, VOC (1602-1799) mulai melakukan ekspansi ke wilayah Asia, eksistensi Bangsa Portugis perlahan tersingkirkan.

Saat itu, VOC mulai menjalin hubungan dengan sejumlah kerajaan besar Nusantara.

Pada tahun 1630, Pieter van den Broeke melakukan misi lawatan dari Kesultanan Ternate menuju Kerajaan Gowa di Makassar, yang saat itu memiliki pengaruh kuat di timur nusantara.

Pieter van den Broeke Cs, yang melewati daerah Keidipa dalam perjalanannya menuju Makassar, menyempatkan diri bertemu dengan Maoeritz Datoe Binangk al.

Komunikasi singkat yang terjadi ternyata begitu berkesan. VOC kemudian mengusulkan wilayah Keidipa untuk berganti berbentuk kerajaan.

Maoeritz Datoe Binangkal bahkan diajak untuk berkunjung ke kerajaan terbesar di Sulawesi, Kerajaan Gowa.

Tawaran ini diterima Maoeritz, setelah meminta pendapat dan izin dari masyarakat Negeri Keidupa.

Ketika berada di Kerajaan Gowa, Maoeritz Datoe Binangkal disetujui dan dinobatkan menjadi raja Kerajaan Kaidipang di hadapan Raja Gowa, Raja I Mangari Daeng Manrabbia Sultan Alauddin Tumengga ri Gaukanna (berkuasa tahun 1593-1639).

Kerajaan Kaidipang resmi dideklarasikan dengan raja bergelar Raja Maoeritz Datoe Binangkal Korompot.

Nama belakang Korompot dikisahkan berasal dari kata ‘Crown Pet’, sebuah topi kebesaran dari VOC, sebagai penghormatan tertinggi kepada Raja Kaidipang.

Wilayah Kerajaan Kaidipang pada awal berdiri meliputi pesisir pantai utara Sulawesi, mulai dari Kwandang Kabu paten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo, hingga Kecamatan Sangtombolang Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara.

Raja Maoeritz Datoe Binangkal Korompot berkuasa kurang lebih selama 50 tahun (1630-1679). Kerajaan Kaidipang terus berkembang hingga awal abad 20.

Dalam periode 3 abad tersebut, Kerajaan Kaidipang terus berkembang dan dipimpin oleh 14 raja turun temurun.

Ketika masa pemerintahan raja ke-8 yaitu Raja Wellem David Korompot (1779-1817), agama Islam masuk ke Kaidipang.

Raja Wellem David Korompot kemudian menjadi pemeluk Islam dan berlanjut hingga generasi setelahnya.

Saat raja ke-14, Raja Mahmud Manoppo Korompot Antogia (1908-1910) mangkat pada 7 Februari 1910, Kerajaan Kaidipang mengalami kekosongan pemerintahan.

Kekosongan pimpinan kerajaan ini berlangsung cukup lama, hingga kurang lebih dua tahun (1910-1912).

Dalam masa ini terjadi pergolakan antara beberapa putra mahkota untuk menjadi raja pengganti Raja Mahmud Manoppo Korompot Antogia.

Selama masa dua tahun, roda pemerintahan dijalankan oleh Jogugu (Panglima) Kerajaan Kaidipang yaitu Mbuingo Papeo.

Pergolakan intern yang berlangsung lama tersebut akhirnya ‘dimanfaatkan’ Kerajaan Bolaang Itang untuk menggabungkan wilayah dua kerajaan.

Kerajaan Bolaang Itang yang saat itu dipimpin oleh Raja Ram Suit Pontoh, berhasil mengunifikasi dua kerajaan bertetangga tersebut.

Kerajaan baru itu kemudian diberi nama Kerajaan Kaidipang Besar.

Tanggal 26 April 1913, Raja Ram Suit Pontoh diangkat menjadi Raja Kaidipang Besar (1913-1950).

Namun, masa Kerajaan baru tersebut ternyata tak berlangsung lama.

Raja Ram Suit Pontoh tercatat menjadi raja pertama sekaligus raja terakhir dari Kerajaan Kaidipang Besar.

Pada bulan Juli 1950 terjadi penghapusan Daerah Swapraja di Bolaang Mongondow sekaligus berakhirnya era pemerintahan Raja Ram Suit Pontoh Kerajaan Kaidipang Besar.

Baca: Sel ayang Pandang Sulawesi Utara

Kaidipang kemudian masuk menjadi Kecamatan di bawah pemerintahan Kabupaten Bolaang Mongondow.

Pada 8 Desember 2006, DPR RI menyetujui pemekaran Kabupaten Bolmong Utara.

Pada tanggal 23 Mei 2007, Kabupaten Bolmong Utara resmi menjadi kabupaten di Sulawesi Utara.

Penulis: Fathur Ridho/ Efge Tangkudung

Related Posts

  • Pelabuhan Bitung, Dibangun Sukarno Diresmikan Fatmawati
  • Festival Natal 2017 Dimulai, Ini Daftar Acaranya
  • Tragis, Sepasang ABG Gantung Diri Bersama
  • Vernando Tulandi Juara Nasional Grasstrack Junior 2017
  • Ini Hasil Lengkap Grand Final Kejurnas Grasstrack 2017
Sumber: Google News | Warta 24 Gorontalo Utara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »